The Prediction Number of Smear Acid Resistant Bacteria on Positive Pulmonary Tuberculosis Infection Disease at Madiun City in 2021 to 2025

Authors

  • Avicena Sakufa Marsanti Department of Public Health, STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun, Madiun, East Java, Indonesia.
  • Hanifah Ardiani Department of Public Health, STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun, Madiun, East Java, Indonesia.

DOI:

https://doi.org/10.31965/infokes.Vol19.Iss2.558

Keywords:

Pulmonary TB, Acid Resistant Bacteria Positive, Prediction

Abstract

Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by Mycobacterium Tuberculosis Bacillus. The disease spreads in the air when people contract TB bacteria, such as coughing or sneezing. The lack of ability to anticipate the incidence of Acid Resistant Bacteria Positive Pulmonary TB in Madiun City is affected by the time and number of events that have not been appropriately foreseen. There is no map of regional vulnerability based on the time of occurrence. Hence, the incidence of Acid Resistant Bacteria Positive Pulmonary TB in Madiun city increases, determined by the total number of cases in 6 health centers, seven hospitals, and one prison. In 2015, there were 174 cases, then in 2019, 706 cases. The objective of this study is to predict the number of Acid Resistant Bacteria Positive Pulmonary TB suffering in 2021-2025 based on gender, health centers, and prisons in Madiun City and the overall incidence of cases in 2015-2019 is then foreseen in 2021 to 2025. This type of research is descriptive study research by employing Eviews with the ARIMA method. The population and samples in the study were all data of Acid Resistant Bacteria Positive Pulmonary TB case encompassing the sex of patients during 2015-2019 in Madiun City. The study aimed to predict the incidence of Acid Resistant Bacteria Positive Pulmonary TB in 2021-2025. The results of this study revealed the projection of Acid Resistant Bacteria Positive Pulmonary TB cases based on gender, health centers, hospitals, and prisons in Madiun City from 2020-2025, which experienced an increasing trend with the number of 933, 992, 1063, 1120, 1190 incidences respectively. This study is recommended for relevant agencies or health services to perform preventive efforts by involving trained policymakers and Health Cadis, particularly in preventing TB disease and reducing the high rate of predicting positive pulmonary TB smear incidences in the future.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aditama, T. Y. (2005). Tuberkulosis dan Kemiskinan. Majalah Kedokteran Indonesia, 55(2), 49-50.

Andayani, S. (2020). Prediksi Kejadian Penyakit Tuberkulosis Paru Berdasarkan Jenis Kelamin. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Bengkulu, 8(2), 135-140. doi: https://doi.org/10.36085/jkmu.v8i2.1063.

Andayani, S., & Astuti, Y. (2017). Prediksi Kejadian Penyakit Tuberkolosis Paru Berdasarkan Usia di Kabupaten Ponorogo Tahun 2016-2020. Indonesian Journal for Health Sciences, 1(2), 29-33. doi: http://dx.doi.org/10.24269/ijhs.v1i2.482

Apriani, W. (2001). Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian TB Paru di Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2000. Jakarta: Program Studi Epidemiologi, Universitas Indonesia.

Atik, P. (2013). Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Pada Usia Dewasa (Studi Kasus Di Balai Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Paru). Jurnal Ilmiah Kesehatan, 4, 25–32.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2013). Penyakit Menular Non-Neglected: Kajian dan Program Penelitian. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Chatfield, C. (2000). Time-series forecasting. CRC press.

Crofton, J., Horne, N., Miller, F. (2002). Tuberkulosis Klinis (2nd ed), diterjemahkan oleh dr. Muherman Harun. Jakarta: Widya Medika.

Dotulong, J. F. J, Sapulete, M. R., & Kandou, G. D. (2015). Hubungan faktor risiko umur, jenis kelamin dan kepadatan hunian dengan kejadian penyakit TB Paru di Desa Wori Kecamatan Wori. Jurnal Kedokteran Komunitas dan Tropik, 3(2), 57-65.

Elfajar, A., Setiawan, B., & Dewi, C. (2017). Peramalan Jumlah Kunjungan Wisatawan Kota Batu Menggunakan Metode Time Invariant Fuzzy Time Series. Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi Dan Ilmu Komputer, 1(2), 85-94.

Jaya, H., & Mediarti, D. (2017). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tuberkulosis Paru Relaps Pada Pasien di Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2015-2016. JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang), 12(1), 71-82. Retrieved from https://jurnal.poltekkespalembang.ac.id/index.php/JPP/article/view/19

Hastuti, T., Ahmad, L. O. A. I., & Ibrahim, K. (2016). Analisis Spasial, Korelasi dan Tren Kasus TB Paru BTA Positif Menggunakan Web Sistem Informasi Geografis Di Kota Kendari Tahun 2013-2015. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Unsyiah, 1(3), 18–29.

Hyndman, R. J., & Athanasopoulos, G. (2018). Forecasting: principles and practice, 2nd edition. Melbourne, Australia: Otexts. Available on https://otexts.com/fpp2/

Korua, E. S., Kapantow, N. H., & Kawatu, P. A. T. (2014). Hubungan Antara Umur, Jenis Kelamin, dan Kepadatan Hunian Dengan Kejadian TB Paru Pada Pasien Rawat Jalan Di Rumah Sakit Umum Daerah Noongan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 21–29.

Mangngi, M. P. (2019). Faktor Risiko Umur, Jenis Kelamin, dan Kepadatan Hunian Terhadap Kejadian TB Paru Di Puskesmas Naibonat Tahun 2018. Diploma thesis. Program Studi Analis Kesehatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Kupang.

Mahfuzhah, I. (2014). Gambaran faktor risiko penderita TB paru berdasarkan status gizi dan pendidikan di RSUD Dokter Soedarso. Jurnal Mahasiswa PSPD FK Universitas Tanjungpura, 1(1), 1-13.

Naga, S, S. (2012). Buku Panduan Lengkap Ilmu Penyakit Dalam. Yogyakarta: DIVA Press.

Nurhana, Amiruddin, R., & Abdullah, T. (2010). Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Pada Masyarakat Di Provinsi Sulawesi Selatan 2007. Jurnal MKMI, 6(4), 204-209.

Nurjana, M. A. (2015). Faktor Risiko Terjadinya Tuberculosis Paru Usia Produktif (15-49 Tahun) Di Indonesia. Media Libangkes, 25(3), 165–170.Susanto, H. A., Sakka, A., & Tina, L.(2016). Prediksi Kejadian Penyakit Tb Paru BTA Positif Di Kota Kendari Tahun 2016-2020. JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat), 1(2), 1-14.

Omu, F. E. (2016). Attitudes of Nursing Faculty Members and Graduates towards the Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Open Journal Of Nursing, 6, 353–364. doi: http://doi.org/10.4236/ojn.2016.65037

Pangaribuan, L., Kristina, K., Perwitasari, D., Tejayanti, T., & Lolong, D. B. (2020). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Tuberkulosis pada Umur 15 Tahun ke Atas di Indonesia (Analisis Data Survei Prevalensi Tuberkulosis (SPTB) di Indonesia 2013-2014). Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 23(1), 10-17. doi: https://doi.org/10.22435/hsr.v23i1.2594

Samsugito, I. (2018). Hubungan Jenis Kelamin dan Lama Kontak Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Di Rumah Sakit A. Wahab Sjahranie Samarinda. Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan, 1(1), 28-39.

Sarce & Suarni. (2016). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian TB Paru Di RSUD Labuang Baji Makassar. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis, 9(2), 11–21.

Sugiarto, & Harijono. (2000). Peramalan Bisnis. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Susanto, H. A. Sakka, A., & Tina, L. (2016). Prediksi Kejadian Penyakit TB Paru BTA Positif di Kota Kendari Tahun 2016-2020. JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat), 1(2), 1-14.

Downloads

Published

2021-12-31

How to Cite

Marsanti, A. S. ., & Ardiani, H. . (2021). The Prediction Number of Smear Acid Resistant Bacteria on Positive Pulmonary Tuberculosis Infection Disease at Madiun City in 2021 to 2025. JURNAL INFO KESEHATAN, 19(2), 162–180. https://doi.org/10.31965/infokes.Vol19.Iss2.558

Issue

Section

Original Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.