The Relationship of Exclusive Breastfeeding with the Incidence of Pulmonary Tuberculosis in Children

  • Karimah Khitami Aziz Faculty of Medicines, Lampung University
Keywords: Exclusive Breastfeeding, Pulmonary Tuberculosis, Pulmonary Tuberculosis in Children

Abstract

Growth and development in childhood need to be considered to shape future generations are healthy, intelligent and qualified. Maintenance of children's health is carried out since fetus until age of 18 years. Meanwhile, children at the age of first 5 years of life have a low immune system that is susceptible to various diseases including pulmonary TB disease. One effort to maintain maternal and child health is by giving exclusive breastfeeding. The decline in the use of exclusive breastfeeding in developing countries, especially in urban areas, is the result of socio-cultural changes in the community. Pulmonary TB is a public health problem that is one of the global commitments in the MDG’s that must be controlled. Pulmonary TB is an infectious disease caused by an infection of the Mycobacterium tuberculosis and has attacked almost one-third of the world's population. Children's pulmonary TB is a TB disease that usually attacks children aged 0-14 years. Of the 9 million new cases of TB that occur worldwide each year, an estimated 1 million (11%) of them occur in children under 15 years.

References

[1] Afiat N, Mursyaf S, Ibrahim H. Keberhasilan pengobatan tuberkulosis (tb) paru di wilayah kerja Puskesmas Panambungan Kota Makassar. Higiene. 2018; 4(1): 33-40.

[2] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Infodatin: tuberkulosis. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. 2018.

[3] World Health Organization. WHO methods data sources for global burden of disease estimates 2000-2016. Geneva: WHO Press 2018.

[4] Kementerian Kesehatan RI: Petunjuk teknis manajemen dan tatalaksana tuberkulosis anak. Jakarta: Direktorat Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. 2016.

[5] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Infodatin: tuberkulosis. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. 2016.

[6] Ajis E, Mulyani NS, Pramono D. Hubungan antara faktor-faktor eksternal dengan kejadian penyakit tuberkulosis pada balita. Berita Kedokteran Masyarakat. 2009; 25(3): 109-16.

[7] Karim MR, Rahman MA, Mamun SAA, Alam MA, Akhter S. Risk factors of childhood tuberculosis : a case control study from rural Bangladesh. WHO South East Asia Journal of Public Health 2012. 2012; 1(1): 76–84.

[8] Apriliana R, Hestiningsih R, Udiyono A. Faktor yang berhubungan dengan kejadian tb paru pada anak (studi di seluruh Puskesmas Kabupaten Magelang). Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2018; 6(1): 298-307.

[9] Ul-Haq S, Hussain M, Krishin J, Abbasi S. Risk factors of tuberculosis in children. Ann. Pak. Inst. Med. Sci. 2010; 6(1): 50–4.

[10] Wiharsini W. Hubungan faktor kontak, karakteristik balita dan orang tua dengan kejadian tb paru pada balita di RSPI. Prof. dr. Sulianti Saroso tahun 2012 [skripsi]. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia: Jakarta. 2013.

[11] Kartiningrum ED. Faktor risiko kejadian gizi kurang pada balita di Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar Mojokerto. Hospital Majapahit. 2015; 7(2): 68-80.

[12] Varaine F, Rich ML, Grouzard V, Cancedda AEB, Keshavjee S, Mitnick C, Dkk editor. Tuberculosis practical guide for clinicians. Edisi 2014. Paris: Medecins Sans Frontieres. 2014.

[13] Kusuma IS. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru pada anak yang berobat di puskesmas wilayah kecamatan cimanggis depok [skripsi]. Jakarta: Universitas Indonesia. 2011.

[14] Kementerian Kesehatan RI. Pedoman nasional pengendalian tuberkulosis. Jakarta: Direktorat Jenderal Penyehatan Penyakit dan Pencegahan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI. 2014.

[15] DOH. Lembar fakta tuberkulosis [internet]. Jakarta: Departement of Health; 2017 [disitasi tanggal 3 Desember 2018]. Tersedia dari: http:///www.health.qld.gov.au>pdf.file.

[16] Kementerian Kesehatan RI. Strategi nasional pengendalian tuberkulosis di Indonesia 2010-2014. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. 2011.

[17] IDAI. Air susu ibu dan pengendalian infeksi [internet]. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia; 2018 [disitasi tanggal 3 Desember 2018]. Tersedia dari: http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/air-susu-ibu-dan-ikterus.

[18] Islamiyati FM. Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian tuberkulosis paru pada balita di poliklinik anak RSU A. Yani Metro tahun 2009. Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai. 2009; 11(2).

[19] Saman F. Hubungan pemberian asi eksklusif dengan kejadian tb paru pada anak di Puskesmas Jetis Yogyakarta [skripsi]. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yogyakarta. 2013.

[20] Mulyadi. Faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian tbc paru pada balita berstatus gizi buruk di Kota Bogor [tesis]. Depok: Universitas Indonesia. 2013.

[21] Inggariawati. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian tbc paru pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Tebet Jakarta Selatan tahun 2008 [skripsi]. Jakarta: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. 2009.

[22] Permatasari TO. Karakteristik individu yang berhubungan dengan kejadian tuberkulosis paru balita di Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Kota Cirebon [skripsi]. Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon: Cirebon. 2018.
Published
2018-12-23
How to Cite
Aziz, K. K. (2018). The Relationship of Exclusive Breastfeeding with the Incidence of Pulmonary Tuberculosis in Children. JURNAL INFO KESEHATAN, 16(2), 236-243. https://doi.org/10.31965/infokes.Vol16.Iss2.224
Abstract viewed = 158 times
PDF downloaded = 727 times