Factors Affecting the Occurrence of Tooth Abrasion in the Community in Tambelan Sampit Village RW 05 Pontianak Timur

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Abrasi Gigi Pada Masyarakat Di Kelurahan Tambelan Sampit RW 05 Pontianak Timur

Authors

  • Annisa Citra Ningrum Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Pontianak, Indonesia.
  • Erma Mahmiyah Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Pontianak, Indonesia.
  • Damhuji Damhuji Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Pontianak, Indonesia.
  • Pawarti Pawarti Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Pontianak, Indonesia.

DOI:

https://doi.org/10.31965/dtj.v2i1.710

Keywords:

Abrasi gigi, Teknik menyikat gigi, Frekuensi menyikat gigi, Durasi menyikat gigi, Bulu sikat gigi

Abstract

Tooth abrasion is the loss of tooth substance through an abnormal mechanical process. The problem of tooth abrasion is still ignored by the community even though clinical examinations of abrasion cases are still found and seen from the people of Tambelan Sampit RW 05 that most people have tooth abrasion, for this reason this study aims to determine the factors that influence the occurrence of tooth abrasion in the community in the Kelurahan. Tambelan Sampit RW 05 Pontianak Timur which includes brushing technique, frequency of brushing teeth, duration of brushing and toothbrush bristles. This type of research is an explanatory research with an analytical survey method and using a cross sectional approach. This study is to measure the influence between the independent variable and the dependent variable which was carried out by using the Chi-square analysis test. The research subjects were 64 people who were carried out on February 1 to 20, 2017. From the results of the study that the factors that influence the incidence of tooth abrasion are tooth brushing technique (p-value 0.000 <0.05), duration of tooth brushing (p-value 0.001 < 0.05) and toothbrush bristles (p-value 0.000 < 0.05). And the factor that is not related to the incidence of tooth abrasion is the frequency of tooth brushing (p-value 0.646 > 0.05). Based on the results of the study, it can be concluded that tooth abrasion that occurs in the community of Tambelan Sampit Village RW 05 Pontianak Timur is influenced by factors of brushing technique, duration of brushing teeth and toothbrush bristles in the community in Tambelan Sampit Village RW 05 Pontianak Timur and is not influenced by brushing frequency.

Abrasi gigi adalah hilangnya substansi gigi melalui proses makanis yang abnormal. Masalah abrasi gigi masih diabaikan oleh masyarakat padahal pemeriksaan klinis kasus abrasi masih banyak ditemukan dan dilihat dari masyarakat Tambelan Sampit RW 05 bahwa sebagian besar masyarakat memiliki abrasi gigi, untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya abrasi gigi pada masyarakat di Kelurahan Tambelan Sampit RW 05 pontianak timur yang meliputi teknik menyikat gigi, frekuensi menyikat gigi, durasi menyikat gigi dan bulu sikat gigi. Jenis penelitian ini adalah penelitian Ekplanatori (Explanatory Research) dengan metode survei analitik dan menggunakan pedekatan cross sectional. Penelitian ini untuk mengukur adanya pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat yang dilakukan dengan uji analisis Chi-square. Subjek penelitian berjumlah 64 orang yang dilaksanakan pada tanggal 1 sampai 20 februari 2017. Dari hasil penelitian bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian abrasi gigi adalah teknik menyikat gigi (p-value 0,000 < 0,05), durasi menyikat gigi (p-value 0,001 < 0,05) dan bulu sikat gigi (p-value 0,000 < 0,05). Dan faktor yang tidak berhubungan dengan kejadian abrasi gigi adalah frekuensi menyikat gigi (p-value 0,646 > 0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa abrasi gigi yang terjadi di masyarakat Kelurahan Tambelan Sampit RW 05 Pontianak Timur dipengaruhi oleh faktor teknik menyikat gigi, durasi menyikat gigi dan bulu sikat gigi pada masyarakat di Kelurahan Tambelan Sampit RW 05 Pontianak Timur dan tidak dipengaruhi oleh frekuensi menyikat gigi.

References

Daly, R. W. R., Bakar, W. Z., Husein, A., Ismail, N. M., & Amaechi, B. T. (2010). The study of tooth wear patterns and their associated aetiologies in adults in Kelantan, Malaysia. Arch Orofac Sci, 5(2), 47-52.

Eversole LR. (2011). Dental defects. In: Clinical outline of oral pathology. 4th ed. Shelton (CT): People Medical Publishing House. USA.

Ghom A, & Mhaske S. (2008). Textbook of oral pathology. New Delhi: Jaypee Brothers Medical Publishers. DOI: https://doi.org/10.5005/jp/books/10935_31

Kalangie, P. B, Gunawan, P., Anindita, P.S. (2016). Gambaran Abrasi Gigi Ditinjau Dari Metode Menyikat Gigi Pada Masyarakat Di Lingkungan II Kelurahan Maasing Kecamatan Tuminting Kota Manado. Pharmacon: Jurnal Ilmiah Farmasi, 5(2), 50-59.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2013). Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Nasional. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Litonjua, L. A., Andreas, S., Bush, P. J., Tobias, T. S., Cohen, R. E. (2003). Noncarious Cervical Lesions and Abfraction: A Reevaluation, JADA (134):845-850. DOI: https://doi.org/10.14219/jada.archive.2003.0282

Maruanaya A, dkk. (2015). Gambaran status gingiva menurut kebiasaan menyikat gigi sebelum tidur malam hari pada siswa Sekolah Dasar Negeri 70 Manado. Manado: USR. DOI: https://doi.org/10.35790/eg.3.2.2015.8762

Nugroho, L. S., Femala, D., & Maryani, Y. (2019). Perilaku Menyikat Gigi terhadap Oral Hygiene Anak Sekolah. Dental Therapist Journal, 1(1), 44-51. doi: https://doi.org/10.31965/dtj.v1i1.358 DOI: https://doi.org/10.31965/dtj.v1i1.358

Oltramari-Navarro, P. V. P., Janson, G., de Oliveira, R. B. S., Quaglio, C. L., Henriques, J. F. C., de Carvalho Sales-Peres, S. H., & McNamara Jr, J. A. (2010). Tooth-wear patterns in adolescents with normal occlusion and Class II Division 2 malocclusion. American Journal of Orthodontics and Dentofacial Orthopedics, 137(6), 730.e1-730.e5. DOI: https://doi.org/10.1016/j.ajodo.2010.01.020

Permatasari, YD. (2014). Hubungan antara Paparan Asap dengan Erosi Gigi pada Pekerja Pengasapan Ikan. Jawa Tengah: Faculty of Medicine Diponegoro University, hal. 1.

Ren, Yan-Fang. (2011). Dental Erosian: Etiology, Diagnosis, Prevention. China: University of Rochester Medical Center School of Medicine and Dentistry.

Rosmawati. (2003). Resesi Gingiva yang Disebabkan Cara Menyikat Gigi yang salah serta Penatalaksanaanya. KTI: Poltekkes Kemenkes Pontianak

Saxena, V., Yadav, N., Shanthi, G., Vanka, A., & Dubey, P. (2013). Linking Of Multifactorial Causation In Abrasion Of Teeth Among Adult Residents Of Bhopal Central India. Indian Journal of Dental Sciences, 5(3), 9-12.

Scheid RC, Weiss G. (2014). Anatomi Gigi (Woelfel’s Dental Anatomi).Jakarta: EGC

Shuurs, A.H.B. (1993). Patologi Gigi-Geligi: Kelainan-kelainan Jaringan Keras Gigi. Yogyakarta: Gajahmada University Press.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Sumiyem. (2006). Hubungan Cara Menyikat Gigi Terhadap Terjadinya Resesi Gingiva Pada Usia 25-40 Tahundi Komplek Pemda RT 004 RW 24 Kelurahan Siantan Hulu Kecamatan Pontianak Utara Tahun 2006. KTI: Poltekkes Kemenkes Pontianak.

Sunnati, Hakim FR, Nurlita F. (2011). Hubungan antara teknik menyikat gigi dengan resesi gingiva. Dent J. 3(2): 332-9.

Tanu, N. P., Manu, A. A., & Ngadilah, C. (2019). Hubungan Frekuensi Menyikat Gigi dengan Tingkat Kejadian Karies. Dental Therapist Journal, 1(1), 39-43.doi: https://doi.org/10.31965/dtj.v1i1.357 DOI: https://doi.org/10.31965/dtj.v1i1.357

Weijden FVD, Echeverria JJ, Sanz M, Lindhe J. (2008). Mechanical supragingival plaque control. In: Lindhe J, Lang NP, Karring T, editors. Clinical periodontology and implant dentistry. 5th ed. Oxford: Blackwell Publishing Ltd.

WHO. (2003). The World Oral Health Report: The Approach of the Who Global Oral Health Programme. Geneva: World Health Organization.

Downloads

Published

2020-05-31

How to Cite

Ningrum, A. C. ., Mahmiyah, E. ., Damhuji, D., & Pawarti, P. (2020). Factors Affecting the Occurrence of Tooth Abrasion in the Community in Tambelan Sampit Village RW 05 Pontianak Timur: Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Abrasi Gigi Pada Masyarakat Di Kelurahan Tambelan Sampit RW 05 Pontianak Timur. Dental Therapist Journal, 2(1), 22–31. https://doi.org/10.31965/dtj.v2i1.710
Abstract viewed = 236 times