Uji Daya Antioksidan Krim Ekstrak Etanol Kulit Batang Faloak (Sterculia commosa, wallich)

Main Article Content

Maria I. M Indrawati
Fatmawati Blegur

Abstract

Tumbuhan Faloak (Steculia comosa, Wallich) merupakan tumbuhan tingkat tinggi yang banyak tumbuh di daratan Timor, khususnya Kota Kupng Propinsi Nusa Tenggara Timur. Nama Faloak merupakan nama lokal yang diberikan oleh masyarkat NTT, khususnya Kota Kupang. Tanaman ini lebih banyak tumbuh di daerah dengan topografi alam dengan kondisi tanah yang berbatu.. Pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan tumbuhan faloak sebagai obat tradisional merupakan pengetahuan berdasarkan pengalaman secara turun menurun dari generasi pendahulu.Penelitian ini dilakukan dengan mengekstraksi kulit batang tanaman faloak dengan metode maserasi menggunakan pelarut Etanol 70%. Ekstrak kering diformulasikan dalam sediaan krim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya antioksidan ekstrak kulit batang faloak dan krim ekstrak yang diformulasi dalam 2 kadar yaitu 5% dan 10% ekstrak. Menggunakan basis Vanishing cream. Uji Daya antioksidan menggunakan metide DPPH dengan alat spektrofotometer UV-Vis dengan replikasi pengujian sebanyak tiga kali tiap-tiap sampel. Pengukuran dilakukan pada panjang gelombang 520 nm. Hasil menunjukkan krim ekstrak etanol falok berbentuk semi padat berwarna merah muda, homogen dengan pH rata-rata 7,47 dengan tipe emulsi minyak dalam air. Krim ekstrak faloak 5% dan 10% memiliki nilai IC50 65,37 ppm  dan krim ekstrak 10% memiliki a nilai IC50 sebesar 58,43 ppm. Hasil ini menunjukkan bahwa krim ekstrak kulit batang faloak 5% dan 10% memiliki daya antioksidan sedang.

Article Details

How to Cite
Indrawati, M. I. M., & Blegur, F. . (2021). Uji Daya Antioksidan Krim Ekstrak Etanol Kulit Batang Faloak (Sterculia commosa, wallich). FarmasiKoe, 4(2), 6–9. Retrieved from https://jurnal.poltekeskupang.ac.id/index.php/koe/article/view/667
Section
Articles

References

Anonim. 1995. Farmakope Indonesia. Edisi IV. Jakarta : Departemen Kesehatan Republik

Agoes,G.2009, Teknologi Bahan Alam, Serial Farmasi Industri-2 edisi revisi, Penerbit ITB.

Anief,M. 2010. Ilmu Meracik Obat. Gadjag Mada University Press, Yogyakarta.

Ansel,H.C. 2005.Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi, Edisi 4.UI Press, Jakarta.

Malese, S.A., 2014, Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Kulit pohon Faloak (Sterculia comosa, Wallich) dengan metode DPPH, Karya Tulis Ilmiah, Poltekkes Kemenkes Kupang.

Purwaningsih S, Ella S, Tika AB. 2014, Skin Lotion Dengan Penambahan Karagen dan Antioksidan Alami dari Rhizophora Mucronata Lamk. J. Akuatika, 5(1); hal 55-62.

Purwanti T, Erawati T, Kurniawati E. 2005. Penentuan komposisi optimal bahan tabir surya kombinasi oksibenson-oktildimetil paba dalam formula vanishing cream. Majalah Farmasi Airlangga 5(2):1.

Susanti,M.,Dachriyanus, Doni Permana Putra,2012, Aktivitas Perlindungan Sinar UV Kulit buah Garcinia mangostana, Linn secara in vitro,

Voight,R. 1995. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi, Diterjemahkan oleh S.N. Soewandhi, Edisi V. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Waitaatmadja,S.M.1997. Penuntun Ilmu Kosmetik, Universitas Indonesia Press, Jakarta.

Winarsi, Hery. 2007. Antioksidan Alami & Radikal Bebas. Yogyakarta: Kasinus.