Perbandingan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Berdasarkan Perbedaan Cara Pengeringan

Main Article Content

Roland Liwar
Marce Inggritha Taku Bessi

Abstract

Daun kelor (Moringa oleifera L.) diketahui mengandung flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan dimana kadarnya dalam ekstrak dipengaruhi oleh cara pengeringan simplisia. Tujuan dari penelitian, untuk mengetahui pengaruh pengeringan simplisia daun kelor (Moringa oleifera L.) terhadap kandungan total flavonoid dengan metode kalorimetri berdasarkan tiga metode pengeringan yang berbeda yaitu pengeringan menggunakan oven, dalam ruangan dan dibawah sinar matahari langsung. Simplisia daun kelor (Moringa oleifera L.) diekstraksi dengan metode ekstraksi dingin (maserasi) menggunakan alkohol 70% sebagai pelarut. Dari hasil uji kualitatif (tabung) dan KLT ketiga sampel positif ada flavonoid. Pengujian selanjutnya dengan spektrofotometri pada gelombang maksimum 441 nm dengan konsentrasi 25 ppm, 50 ppm, 75 ppm dan 100 ppm dibuat dari larutan induk kuarsetin. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.) yang dikeringkan dengan metode oven memiliki kadar flavonoid terbesar yaitu 0,8455±4,138% b/b, sedangkan kadar flavonoid ekstrak yang dibuat dari simplisia yang dikeringkan dengan metode dibawah sinar matahari langsung dan dalam ruangan memiliki kadar berturut-turut 0,6715±3,387% b/b dan 0,3675±1,314% b/b yang dihitung terhadap kuarsetin. sehingga dari tiga metode pengeringan berdasarkan analisis statistika tidak berpengaruh terhadap kadar total flavonoid.

Article Details

How to Cite
Liwar, R., & Bessi, M. I. T. (2022). Perbandingan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Berdasarkan Perbedaan Cara Pengeringan. FarmasiKoe, 5(2), 13–21. Retrieved from https://jurnal.poltekeskupang.ac.id/index.php/koe/article/view/1031
Section
Articles

References

Andarwulan, N., H. Wijaya, dan D.T. Cahyono.1996. Aktivitas antioksidan dari daun sirih (Piper betle L). Teknologi dan Industri Pangan, 29-30.

Beda, T. O. (2018). Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Etanol Daun Sisik Naga (Drymoglossum piloselloides [L.] Presl) Karya Tulis Ilmiah.

Bernard, D., Kwabena, A.I., Osei, O.D., Daniel, G.A., Elom, S.A., Sandra, A. 2014. The effect of different drying methods on the phytochemicals and radical scavenging activity of Ceylon Cinnamon (Cinnamomum zeylanicum) plant parts. European Journal of Medicinal Plants 4(11):1324-1335. DOI:10.9734/EJMP/2014/11990.

Diniatik. (2015). Penentuan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Etanolik Daun Kepel (Stelechocarpus burahol (BI). Hook f. & Th.) dengan Metode Spektrofotometri. Kartika-Jurnal Ilmiah Farmasi, II(1), 1–5. https://doi.org/10.26874/kjif.v3i1.90

Gandjar, I. G. Dan Abdul. R. 2007. Kimia Farmasi Analisis. Pustaka Pelajar. Yogyakarta

Harborne, J. B. 1987. Metode Fitokimia, Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan, Penerjemah: Padmawinata, K., dan Iwang, S., Terbitan kedua, Institut Teknologi Bandung.

Inggritha, T. B. M. (2018). Antioxidant Activity Of Purified Leaf Extract Of Moringa (Moringa Oleifera, Lam). Health Polytechnic Of Mistery Of Health In Kupang, 973–983. http://proceeding.poltekeskupang.ac.id/index.php/ichpk/article/view/111

Irwan, Z. (2020). Kandungan Zat Gizi Daun Kelor (Moringa Oleifera) Berdasarkan Metode Pengeringan. Jurnal Kesehatan Manarang, 6(1), 69–77.

Katno, Pramono S. (2008). Tingkat Manfaat dan Keamanan Tanaman Obat dan Obat Tradisional. Balai Penelitian Obat Tawangmangu, Fakultas Farmasi Universitas Gajah Mada [press release]. Yogyakarta: Fakultas Farmasi UGM.

Kementerian Kesehatan RI. 2017. Farmakope Herbal Indonesia Edisi II tahun 2017. jakarta

Misra, A., Srivastava, S., & Srivastava, M. (2014). Evaluation of anti diarrheal potential of Moringa oleifera (Lam.) leaves. Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry, 2(5), 43-46.

Mursyidi, A. 1990. Analisis Metabolit Sekunder. Universitas Gadja Mada. Yogyakarta.

Pujiastuti, E., & Saputri, R. S. (2019). Pengaruh Metode Pengeringan Terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol. Cendekia Journal of Pharmacy, 3(1), 44–52. https://doi.org/10.31596/cjp.v3i1.43

Supriningrum, R., N. Fatimah., S.N. Wahyuni. (2018). Penetapan Kadar Flavonoid Ekstrak Etanol Daun Pacar Kuku (Lawsonia inermis L.) Berdasarkan Perbedaan Cara Pengeringan. Jurnal Ilmiah Manuntung. 4(2). ISSN. 2477- 1821. Hal 156-161.

Susiani, E. F., & Guntarti, A. (2017). Flavonoid total ekstrak etanol daun kumis kucing ( orthosiphon aristatus ( BL ) Miq ) the Influence of drying Temperature against flavonoid total extract ethanol leaves cucumber soul (orthosiphon aristatus ( BL ) Miq ). Borneo Journal of Pharmascientech, 01(02), 129.

Syafrida, M., Darmanti, S, dan Izzati, M. (2018). Pengaruh Suhu Pengeringan Terhadap Kadar Air, Kadar Flavonoid, dan Aktivitas Antioksidan Daun dan Umbi Rumput Teki (Cyperus rotundus L.). Bioma. Juni 2018. ISSN: 1410-8801 Vol. 20. No. 1. Hal 44-50

Triyem. (2010). Aktivitas Antioksidan dari Kulit Batang Manggis Hutan (Garcinia cf. bancana Miq). Tesis Jakarta: Universitas Indonesia, 21.

Vatai, T., Skerget, M., Knez, Z. 2009. Extraction of phenolic compounds from elder berry and differentcgrape marc varieties using organic solvents and/or supercritical carbon dioxide. J. Food Eng: 90(2): 246-254.

Voigth, R. 1995. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. Diterjemahkan oleh S. N. Soewandhi. Edisi V. Gadja Mada University Press. Yogyakarta.

Winangsih. 2013. Pengaruh metode pengeringan terhadap kualitas simplisia lempuyang wangi (Zingiber aromaticum L.). Laboratorium Biologi Struktur dan Fungsi Tumbuhan Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, Tembalang, Semarang, 19-25.

Yulistian., Dhoni, P., Edi, P. U., Siti, M. U., Eriyanto, Y. 2015. Studi Pengaruh Jenis Pelarut Terhadap Hasil Isolasi dan Kadar Senyawa Fenolik Dalam Biji Kacang Tunggak (Vigna unguiculata [L] Walp) Sebagai Antioksidan. Universitas Brawijaya. Malang.