Uji Mutu Fisik Masker Wajah Bentonit Dengan Kombinasi Ekstrak Teh Hijau (Camellia sinensis) Dan Kayu Manis (Cinnamomum burmannii)

Main Article Content

Indarto AS
Evadiesta Aditya Nurazizah

Abstract

Kandungan flavonoid dan antibakteri dari tanaman teh hijau dan kayu manis dapat dimanfaatkan sebagai masker krim dengan penambahan bentonit sebagai absorben. Jenis penelitian adalah eksperimental dengan rancangan penelitian static group comparison. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil evaluasi mutu sediaan masker wajah ekstrak teh hijau dan kayu manis dengan bentonit dalam bentuk krim. Penelitian ini dibuat 2 formula dengan perbedaan konsentrasi yaitu formula I teh hijau 10% dan kayu manis 6%, sedangkan formula II yaitu teh hijau 15% dan kayu manis 3%. Evaluasi mutu yang dilakukan meliputi organoleptis, pH, homogenitas, viskositas, daya lekat, daya sebar dan waktu mengering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengamatan organoleptis berbentuk kental, memiliki bau aroma melati dan berwarna coklat pekat. Bau melati tersebut karena penambahan minyak essensial melati untuk memperbaiki bau dari sediaan masker krim. Hasil uji pH adalah 6,39 dan 5,66, sediaan yang homogen, viskositas 26950 dan 30550, daya lekat 2,66 dan 4,36, daya sebar 5,85 dan 5,38 dan waktu mengering 19 menit 14,53 detik dan 20 menit 4,58 detik. Hasil penelitian evaluasi mutu menunjukkan bahwa kedua formula sesuai dengan nilai kriteria masker krim yang baik.

Article Details

How to Cite
AS, I., & Nurazizah, E. A. (2022). Uji Mutu Fisik Masker Wajah Bentonit Dengan Kombinasi Ekstrak Teh Hijau (Camellia sinensis) Dan Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) . FarmasiKoe, 5(2), 1–7. Retrieved from https://jurnal.poltekeskupang.ac.id/index.php/koe/article/view/1011
Section
Articles

References

Ansel, H. C. (1989). Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi, Edisi keempat. Terjemahan Ibrahim dan Farida. Jakarta : UI Press.

BPOM RI. (2008). Direktorat Obat Asli Indonesia. Jakarta : Badan POM.

BPOM RI. (2013). Pedoman Teknologi Formulasi Sediaan Berbasis Ekstrak Volume 2. Jakarta: BPOM RI.

Buang, A. (2013). Formulasi Krim Masker Wajah Menggunakan Lapisan Putih Kulit Semangka (Citrullus vulgaris Schard) sebagai Pelembab. Jurnal Media Farmasi Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Pancasakti Makassar.

Cronquist ,A. (1981). An Integrated System of Classification of Flowering Plants. Columbia University Press.

Depkes RI. (1979). Farmakope Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta: Departemen kesehatan RI.

Dewi, R. Effionora Anwar. Yunita KS. (2014). Uji Stabilitas Fisik Formula Krim yang Mengandung Ekstrak Kacang Kedelai (Glycine max). Jurnal Majalah Ilmu Kefarmasian. Fakultas Farmasi Universitas Indonesia.

Dhiasmi, A. Oom Komala. Ella Noorlaela. (2017). Formulasi dan Uji Sediaan Masker Anti Jerawat Kayu Manis (Cinnamomum burmanni (Nees & T. Nees). Jurnal Program Studi Farmasi, FMIPA UNPAK-UNPAK.

Ditjen POM. (1995). Farmakope Indonesia Edisi Keempat. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Ditjen POM. (2012). Farmakope Indonesia Edisi Kelima. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Erungan A. C., Purwaningsih S., & Anita S. B., (2009). Aplikasi Karaginan dalam Pembuatan Skin Lotion. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol XII. Departemen Teknologi Hasil Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor.

Garg, A., Aggarwal, D., Garg, S., & Sigla, A. K., (2002). Spreading of Semisolid Formulation: An Update, Pharmaceutical Technology, 84-102.

Genatrika, E. Isna Nurkhikmah. Indri Hapsari. (2016). Formulasi Sediaan Krim Minyak Jintan Hitam (Nigella sativa L.) sebagai Anti Jerawat terhadap Bakteri Propionibacterium acnes. Pharmacy, Vol.13 No. 02. Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Hidayat R. S., & Rodame M. Napitupulu., (2015). Kitab Tumbuhan Obat. Jakarta: Agriflo (Penebar Swadaya Grup).

Kementrian Kesehatan RI. (2013). Vademekum Tanaman Obat: Untuk Saintifikasi Jamu Jilid 3.

Kurdi, A. (2010). Tanaman Herbal Indonesia: Cara Mengolah dan Manfaatnya bagi Kesehatan. Tanjung.

Kusantati, H. (2008). Tata Kecantikan Kulit Jilid 1. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Kusantati, H., Pipin Tresna Prihatin., & Winwin Wiana. (2008). Tata Kecantikan Kulit Jilid 2. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.

Mailana, D., Nuryanti., & Harwoko. (2016). Formulasi Sediaan Krim Antioksidan Ekstrak Etanolik Daun Alpukat (Persea americana Mill.). Jurnal Acta Pharmaciae Indonesia. Universitas Jenderal Soedirman

Mukhlishah, N. R. I., Nining Sugihartini., & Tedjo Yuwono. (2016). Daya Iritasi dan Sifat Fisik Sediaan Salep Minyak Atsiri Bunga Cengkih (Syzigium aromaticum) pada Basis Hidrokarbon. Jurnal Majalah Farmaseutik. Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan. Yogyakarta.

Notoatmojo, S. 2014. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : PT Asdi Mahasatya.

Permana, H. 2007. Tanaman obat tradisional. Bandung: Percetakan Angkasa.

Polumulo, N. I. R. Robert Tungadi. Hamsidar Hasan. 2015. Formulasi dan evaluasi sediaan masker sari ketimun (Cucumis sativus L.) dengan menggunakan basis kaolin dan bentonit. [Skripsi] Fakultas ilmu-ilmu kesehatan dan keolahragaan. Universitas negeri gorontalo.

Rismunandar, F. B. Paimin. 2009. Kayu Manis Budidaya dan Pengolahan. Jakarta : Penebar Swadaya.

Rosidi, I. 2008. Sukses Menulis Karya Ilmiah. Sidogiri: Pustaka Sidogiri.

Rowe, R. C., P. J., Sheskey, and M. E. Quinn. 2009. Handbook of Pharmaceutical Excipients. Sixth Edition. London : Pharmaceutical Press.

Rudi. Farah Sulistyaningtyas. Dewi Ratnasari. 2017. Pembuatan Sediaan Masker Tepung Beras Organik dan Kayu Manis (Cinnamomum burmannii Nees ex Bl) untuk Mengobati Kulit pada Wajah Berjerawat. Journal of Holistic and Healt Sciences Vol. 1. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Holistik Purwakarta.

Septiani, S. Wathoni, N. Mita S. R. 2011. Formulasi Sediaan Masker Gel Antioksidan dari Ekstrak Etanol Biji Melinjo (Gnetum gnemon Linn.). Fakultas Farmasi Universitas Padjajaran.

Shan B. Cai YZ. Brooks JD. Corke H. 2007. Antibacterial Properties and Major Bioactive Components of Cinnamon Stick (Cinnamomum burmannii): Activity against Foodborne Pathogenic Bacteria. Journal of Agricultural and Food Chemistry Vol. 55.

Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

Susanti, L. Pipid Kusmiyarsih. 2012. Formulasi dan Uji Stabilitas Krim Ekstrak Etanolik Daun Bayam Duri (Amaranthus spinosus L.) Jurnal Biomedika Vol. 07. Universitas Setia Budi

Sutarna, T. H. Ahmad Ngadeni. Resi Anggiani. 2013. Formulasi Sediaan Masker Gel Dari Ekstrak Etanol Daun Teh Hijau (Camellia sinensis L.) dan Madu Hitam (Apisdorsata) sebagai Antioksidan. Kartika Jurnal Ilmiah Farmasi. Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi.

Thohara, N. 2015. Uji Fisik Sediaan Masker Gel Ekstrak Temu Giring (Curcuma Heyneana) dengan Variasi Konsentrasi Propilenglikol. Karya Tulis Ilmiah Jurusan Jamu Politeknik Kesehatan Kemenkes Surakarta.

Windriyati Y. N. Diah P. W. Mimik M. M. 2007. Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Ekstrak Etanolik Umbi Bengkuang (Pachyrrhizus erosus, Urb) dalam Sediaan Krim Terhadap Sifat Fisiknya. Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Vol. 4 No. 1

World Health Organization. 2005. Bentonite, Kaolin, and Selected Clay Minerals, Environmental Health Criteria 231, World Health Organization. Geneva.

Wahab, A. 2013. Pengantar Riset: Bidang Kesehatan, kebidanan dan Keperawatan. Yogyakarta : Kaukaba Dipantara.

Younis, A. Aqsa M. Atif R. 2011. Supercritical Carbon Dioxide Extraction and Gas Chromatography Analysis of Jasminum sambac Essential Oil. Jurnal Medicinal Plants: Conservation & Sustainable use.

Zhelsiana, D. A. Yuninda S. Pangestuti. Farah Nabilla. Nandini P. Lestari. Erindyah R. Wikantyasning. 2016. Formulasi dan Evaluasi Sifat Fisik Masker Gel Peel-Off Lempung Bentonite. Jurnal The 4th University Research Coloquium 2016 Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.