PERAN KADER DALAM PENGENDALIAN HIPERTENSI DI KABUPATEN ENDE

Authors

  • Maria S. Sekunda
  • Pius Kopong Tokan Poltekkes Kemenkes Kupang
  • Krispina Owa Poltekkes Kemenkes Kupang

DOI:

https://doi.org/10.31965/knj.v1i2.998

Keywords:

peran kader, Hipertensi

Abstract

Hipertensi adalah suatu keadaan di mana adanya peningkatan tekanan darah di atas normal. Penyakit hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah yang memberi gejala yang berlanjut untuk suatu target organ, seperti stroke, penyakit jantung koroner dan bahkan kematian. Penderita hipertensi harus segera ditangani dengan segera sehingga tidak menyebabkan kematian. Penyakit ini telah menjadi masalah utama dalam kesehatan masyarakat yang ada di Indonesia maupun di beberapa negara yang ada di dunia.

Rancangan/desain yang digunakan dalam studi kasus ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan pendekatan waktu cross sectional. Data dikumpulkan pada bulan September 2020 dengan menggunakan kuesioner. Analisa data yang dilakukan pada penelitian ini yaitu analisa deskriptif yang digunakan untuk mengetahui frekuensi dari masing–masing responden. Tempat/lokasi yang dilakukan studi kasus adalah di wilayah Kabupaten Ende.

Hasil penelitian  diketahui bahwa sebagian besar responden berperan kurang sebagai kader posyandu lansia sebanyak 75%, cukup sebanyak 25% dan baik sebanyak 0%.. Kader sebagai pengerak masyarakat di kabupaten Ende masih belum optimal dalam melaksanakan perannya sehingga perlu pendampingan dari tenaga Puskesmas berupa pemberian informasi dan pelatihan demi pengendalian hipertensi pada lansia.

Oleh karena itu diharapkan agar para kader tetap semangat dalam menjalankan tugasnya sebagai kader dengan terus meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan khususnya tentang penanganan dan pengobatan  hipertensi sehingga dapat mencegah kejadian komplikasi hipertensi

References

Departemen Kesehatan RI. 2003. Pedoman Pelatihan Kader Kelompok Usia Lanjut Bagi Petugas Kesehatan. Jakarta:

Departemen Kesehatan. 2003. Pedoman Pelatihan Kader Posbindu Lanjut Usia. Jakarta:

Departemen Kesehatan. 2003. Pedoman Pengelolaan Kegiatan Kesehatan Di Kelompok Usia Lanjut. Jakarta:

Departemen Kesehatan. 2003. Pedoman Puskesmas Santunan Usia Lanjut Bagi Petugas Kesehatan. Jakarta:

Departemen Kesehatan. 2003. Pedoman Rencana Aksi Nasional Untuk Kesejahteraan Lanjut Usia. Jakarta:

DEPSOS RI-YEL-UNFPA-HelpAge International. -------------------------------------. 2006. Pedoman Umum Pengelolaan Posyandu. Jakarta: Departemen Kesehatan.

Elvinia. 2006. Quality Of Life Pada Lanjut Usia Studi Perbandingan Pada Janda Atau Duda Lansia Antara Yang Tinggal Di Rumah Bersama Keluarga www.jik.ub.ac.id 191 Dengan Yang Tinggal Di Panti Werdha.Jakarta: Unika Atmaja. (Online) http://lib.atmajaya.ac.id/. Fela.

Ernawati. 2010. Perbedaan Tingkat Kualitas Hidup pada Wanita Lansia di Komunitas dan di Panti. Skripsi. Universitas Brawijaya.

Greenfield, et al. 2009. Do Formal Religious Participation And Spiritual Perceptions Have Independent Linkages With Diverse Dimensions Of Psychological Well-Being?. J Health Soc Behav.

Hardywinoto & Setiabudi. 2005. Menjaga Keseimbangan Kualitas Hidup Para Lanjut Usia: Panduan Gerontologi, Tinjauan Dari Berbagai Aspek. Jakarta

Kuntjoro. 2002. Dukungan Sosial Pada Lansia. (Online) http://www.epsikologi.com/epsi/ lanjutusia_detail.asp? id=183.

Mangoenprasodjo & Hidayati. 2005. Mengisi Hari Tua dengan Bahagia : Menjadi Manula yang Sehat, Prodktif dan Penuh Optimisme. Yogyakarta:

Pradipta. Margiyati. 2010. Pengaruh Senam Lansia Terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia Penderita Hipertensi di Posyandu Lansia Ngudi Waras, Dusun Kemloko, Desa Bergas Kidul. (Online) http://eprints.undip. ac.id/16488/

Maryam, Siti et al. 2010. Asuhan Keperawatan Pada Lansia. Jakarta: Trans Info.

Mochammad Affandi. 2009. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi PendudukLanjut Usia Memilih Untuk Bekerja.Skripsi. Universitas Brawijaya.

Muti. 2012. Pengaruh Penyuluhan Gizi Seimbang Terhadap Status Gizi Lansia Di Kelurahan Jelambar Kecamatan Grogol Petamburan Jakarta Barat Tahun 2011. Skripsi. Universitas Indonesia.

Notoadmojo. 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta; Rineka Cipta.

Nugroho, W. 2000. Keperawatan Gerotik Edisi 2. Jakarta: EGC.

Potter & Perry. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Jakarta:EGC.

PPNI. 2013. Petunjuk Teknis Kontribusi Perawat Dalam Pelaksanaan Posyandu Di Provinsi DKI Jakarta. (Online)http://ppni-dki.com/.

Risdianto. 2009. Hubungan Dukungan Sosial Dengan Kualitas Hidup Lanjut Usia Di Desa Kembang Kuning Cepogo Boyolali. Skripsi thesis. Universitas Muhamadiyah Surakarta.

Setiyartomo,P.W. 2004. Successful Aging ditinjau dari Kebermaknaan Hidup dan Orientasi Religius Pada Lanjut Usia. Tesis. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Gajah Mada.

Soejono, C.H Setiati, S dan Wiwie. 2000. Pedoman Pengolahan Kesehatan Pasien Geriatri : Untuk Kedokteran dan Perawat. Jakarta: FKUI.

Soekidjo Notoatmodjo. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Statitik Indonesia. 2010. Angka Harapan Hidup. (Onine) http://www.datastatistik-indonesia.com/ content/ view/ 460/460/.

Steanley & Beare. 2007. Buku Ajar Keperawatan Gerontik Edisi 2. Jakarta: EGC.

Sukarni M. 2002. Kesehatan Keluarga dan Lingkungan. Yogyakarta: Kanisius. United Nation Development Program (UNDP). Angka Harapan Hidup Indonesia. (Online) http:// www. Undp.org/.

Watson R. 2003. Perawatan Pada Lansia. Alih Bahasa: Musri, editor ed the Indonesia: Egi Komara Yudha. Jakarta: EGC.

WHO. 2005. Kader Kesehatan Masyarakat edisi 2. Jakarta: EGC. Jurnal Ilmu Keperawatan - Volume 1, No. 2, Nopember 2013 192 WHO. 1996. The World Health Organization Quality Of Life (WHOQOL)-BREF. (Online) http://www.who.int/entity/substance_abuse/research_tools/en/ indonesian_whoqol.pdf. Wu SY, Green

Downloads

Published

2022-12-30

How to Cite

Sekunda, M. S. ., Tokan, P. K., & Owa, K. . (2022). PERAN KADER DALAM PENGENDALIAN HIPERTENSI DI KABUPATEN ENDE. Kelimutu Nursing Journal, 1(2), 24–33. https://doi.org/10.31965/knj.v1i2.998
Abstract viewed = 2 times