Oehònis http://jurnal.poltekeskupang.ac.id/index.php/oe <p><strong>Oehonis&nbsp;</strong>with registered number ISSN <strong>2528-2034</strong>(Print),&nbsp;is a scientific journal&nbsp;which managed by&nbsp;<strong>Sanitation Department of Poltekkes Kemenkes Kupang</strong>. This journal focuses on the publication of the results of scientific research related to the field of Environmental Health and Public Health. This journal is published by <strong>Poltekkes Kemenkes Kupang</strong>, Indonesia.&nbsp;<br><strong>Oehonis</strong>&nbsp;is published 2 times a year&nbsp;(June and December). <strong>Oehonis </strong>is a peer-reviewed journal and open access journal focusing on Environmental Health and Public Health sciences. This focus includes areas and scope related to aspects of basic sanitation, water supply and sewerage, pest and vector control, epidemiology, tropical diseases, food sanitation, air sanitation, and health management. Every article that goes to the editorial staff will be selected through <strong>Initial Review processes</strong>&nbsp;by the Management Boards. Then, the articles will be sent to the Mitra Bebestari/ peer reviewer and will go to the next selection by&nbsp;<strong>Double-Blind Preview Process</strong>. After that, the articles will be returned to the authors to revise. These processes take a month for a maximum time. In each manuscript, Mitra Bebestari/ peer reviewer will be rated from the substantial and technical aspects. The final decision of articles acceptance will be made by Editors according to Reviewers comments. Mitra Bebestari/ peer reviewer that collaboration with <strong>Oehonis</strong> is the experts in the public health area and issues around it.</p> <p><strong>Please read these guidelines carefully</strong>. Authors who want to submit their manuscript to the editorial office of <strong>Oehonis </strong>should obey the writing guidelines. If the manuscript submitted is not appropriate with the guidelines or written in a different format, it&nbsp;<strong>will BE REJECTED</strong>&nbsp;by the editors before further reviewed. The editors will only accept the manuscripts which meet the assigned format.</p> en-US siprioehonis@gmail.com (Siprianus Singga) semly.kase@gmail.com (Semly Kase) Fri, 03 Dec 2021 00:00:00 +0000 OJS 3.1.2.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Analisa Faktor Yang Mempengaruhi Kandungan Pestisida Pada Hasil Pertanian Di Wilayah Kabupaten Kupang Tahun 2019 http://jurnal.poltekeskupang.ac.id/index.php/oe/article/view/564 <p>Penggunaan pestisida pada tanaman pertanian yang tidak terkendali&nbsp; akan meninggalkan residu yang dapat membahayakan petani, konsumen dan &nbsp;lingkungan. &nbsp;Umumnya pestisida yang digunakan merupakan pestisida sintetik berbahan dasar <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Klor">klor</a> yang menunjukan sifat <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Bioakumulasi"><em>bioakumulasi</em></a> sehingga dapat &nbsp;menumpuk di dalam tubuh dan lingkungan hingga pada jumlah yang membahayakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui factor yang mempengaruhi kadungan pestisida pada hasil pertanian di Wilayah Kabupaten Kupang Tahun 2019.</p> <p>jenis penelitian adalah <em>observasional</em> dengan pendekatan <em>cross-sectional studi</em>,&nbsp; Sampel penelitian&nbsp; sebanyak 30 petani dan 15 hasil pertanian, variabel penelitian meliputi : kandungan pestisida, dosis penyemprotan, frekuensi penyemprotan dan jumlah pestisida yang digunakan. Data penelitian kemudian diolah, disajikan dalam tabel dan grafik, selanjutnya dianalisis univariate dan &nbsp;bivariat dengan statistik uji <em>chi square.</em></p> <p>Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat 73,3% sampel mengandung pestisida dengan konsentrasi tinggi,&nbsp; terdapat 2 variabel yang signifikan terhadap kandungan pestisida yaitu dosis penyemprotan<em>; </em>&nbsp;dengan nilai <em>P = 0,01;R</em>R = 0,0214; 95% <em>CI</em>= 0,105 – 0,436 dan variabel frekuensi penyemprotan dengan &nbsp;nilai&nbsp; <em>P</em> = 0,046;&nbsp; RR = 1,571; 95% <em>CI </em>: <em>1,005 – 2,456</em>; variabel yang tidak signifikan &nbsp;terhadap kandungan pestisida adalah jumlah pestisida yang digunakan</p> <p>Disimpulkan bahwa ada hubungan antara dosis penyemprotan, frekuensi penyemprotan dengan kandungan pestisida pada hasil pertanian. Dan disarankan kepada para petani agar dapat memperhatikan dosis pencampuran pestisida dan menggunakan pestsida organik dalam memberantan hama pertanian</p> Debora Gaudensiana Suluh Copyright (c) 2021 Oehònis http://jurnal.poltekeskupang.ac.id/index.php/oe/article/view/564 Fri, 03 Dec 2021 00:00:00 +0000 Pengolahan Sampah Rumah Tangga Menjadi Kompos Pada Perumahan Lahan Sempit http://jurnal.poltekeskupang.ac.id/index.php/oe/article/view/609 <p>The increase of household waste time to time leads to serious public health problem in daily life which is seriously not managed for instance the waste generated by household that would impact on pollutions and public health problems. The aim of this study is to measure the volume of generated waste and the waste volume which could be reducted by composting in household level. The mehthod of this study is an action research that conducted by&nbsp; measuring organic waste home composting,&nbsp; there are 25 houses are chosen as samples with some characteristics&nbsp; such as housewives as their work, collecting data is done by measuring household waste and waste management by tube system. The study results shows the volume waste generation of 25 houses resulted 366 litre per day. The waste volume can be reduced drastically to be compost to the level 52 litre per day. Therefore,&nbsp; if organic waste management is done by people in 264 units of simple houses /Rumah Sangat Sederhana (RSS) of Baumata Village , then organic waste could be reduced until 549 litre per day. The drastic waste reduction system is by planting the tube&nbsp; underground which the number of tubes per house is 10 pieces. The quantity of an organic waste which is generated by simple houses /Rumah Sangat Sederhana (RSS) of Baumata Village is 14.782 litre per day.&nbsp; Meanwhile household waste transportation is carried out once in every 3 days and the increase of waste volume until 10% then the 3 units of temporary waste disposal Centre&nbsp; (TPSS) needs with 3m<sup>3</sup> the size of TPSS at the simple houses in Baumata Village.&nbsp;&nbsp; There was no TPSS found in the simple houses of Baumata Village and&nbsp;&nbsp; the community disposed of the waste both around their houses and outside the housing complex. &nbsp;This has an impact on disturbing&nbsp; esthetics&nbsp; and lead to breeding place for disease vectors and nuisance&nbsp; animals which lead to public health problems. The conclusion of this study is both organic Waste&nbsp; and inorganic waste volume generation from the household&nbsp; reached 366 liters per day and it can be reduced until 52 liters per day.</p> Enni R. Sinaga, Siprianus Singga Copyright (c) 2021 Oehònis http://jurnal.poltekeskupang.ac.id/index.php/oe/article/view/609 Fri, 03 Dec 2021 00:00:00 +0000 Higiene Sanitasi dan Eshericia coli Pada Makanan Jajanan SD di Kota Kupang Tahun 2019 http://jurnal.poltekeskupang.ac.id/index.php/oe/article/view/606 <p>Higiene penjamah makanan dan kondisi sanitasi yang buruk pada tempat pengelolaan makanan jajanan dapat menyebabkan makanan jajanan terkontaminasi mikroorganisme. Apabila makanan jajanan dikonsumsi oleh anak-anak dapat berdampak pada kesehatan dan dapat menyebabkan <em>foodborne disease. </em>Penelitian ini bertujuan untuk menilai kondisi higiene pedagang, kondisi sanitasi penyajian, kondisi sanitasi sarana penjaja makanan jajanan dan mengetahui keberadaan bakteri <em>Eschericia coli</em> pada makanan jajanan SD di Kota Kupang Tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah deskriptif<em>. </em>Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pedagang makanan jajanan pada SD di Kota Kupang. Sampel dalam penelitian ini diambil berdasarkan teknik <em>purposive sampling</em> yang terdiri dari sampel pedagang makanan jajanan sebanyak 60 pedagang dan sampel makanan jajanan sebanyak 60 porsi. &nbsp;Data penelitian diambil menggunakan <em>cheklist </em>dan pemeriksan laboratorium, kemudian diolah dan dianalisis secara deskriptif<em>. </em>Hasil penelitian menunjukkan bahwa higiene pedagang makanan jajanan SD yaitu 98,33% termasuk dalam kriteria baik, sanitasi penyajian makanan jajanan di SD 100% termasuk dalam kriteria baik, sanitasi sarana penjaja makanan jajanan SD 91,67% termasuk dalam kriteria buruk, dan 70% sampel makanan jajanan SD ditemukan bakteri <em>Eschericia coli</em></p> Byantarsih Widyaningrum, Erika Maria Resi Copyright (c) 2021 Oehònis http://jurnal.poltekeskupang.ac.id/index.php/oe/article/view/606 Fri, 03 Dec 2021 00:00:00 +0000 Model Faktor Risiko Kecacingan Pada Siswa Sd Di Kabuaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur http://jurnal.poltekeskupang.ac.id/index.php/oe/article/view/563 <p>Kecacingan masih menjadi salah satu masalah kesehatan bagi anak anak di daerah pedesaan. Faktor riskoko kecacingan meliputi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), ketersediaan sarana sanitassi di sekolah, juga faktor pendorongnya adalah adanya peraturan tentang sanitasi di sekolah. Penelitian tentang PHBS, saitasi sekolah dengan kejadian kecacingan banyak dilakukan. Intervensi yang biasa dilakukan dilakukan adalah menyediakan sarana sanitasi di sekolah. Dampaknya adalah perilaku siswa dalam bidang sanitasi masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menngetahui model faktor risiko kecacingan pada anak SD.</p> <p>Penelitian ini merupakan peneliltian analitik, variabel dalam penelitian ini meliputi PHBS siswa, Akses sanitasi dan kebijakan atau peraturan sekolah tentang sanitasi.&nbsp; Pengumpulan data sosial-ekonomi, sanitasi, higiene perorangan mengunakan kuesioner. Pemeriksaan infeksi kecacingan menggunakan metode Kato-Katz dan pengukuran variable intensitas infeksi berdasarkan metode WHO. Analisis statistik bivariat dan multivariat&nbsp; digunakan untuk melihat variabel faktor risiko yang berperan dalam penularan infeksi kecacingan.&nbsp; Responden untuk pengukuran pengetahuan adalah siswa kelas 4 dan 5 SD.</p> <p>Hasil penelitian menunjukan bahawa&nbsp; PHBS Siswa (Pengetahuan, Sikap dan Tindakan) meliputi: kebiasaan menggunakan sandal, cuci tangan menggunakan sabun,minum air yang sudah dimasak, semua memenuhi standar kesehatan karean di 50% sudah melakukan Keadaan sanitasi sekolah 100% baik, Hubungan antara PHBS dan Kecacingan tidak di analisa karena saat penelitian siswa sudah diberikan obat kecacing begitu juga dengan ubungan antara Sanitasi Sekolah dan Kecacingan tidak di analisa karena saat penelitian 100% sanitasi sekolahnya baik.</p> Albertus Ata Maran, Karolus Ngambut Copyright (c) 2021 Oehònis http://jurnal.poltekeskupang.ac.id/index.php/oe/article/view/563 Fri, 03 Dec 2021 00:00:00 +0000 GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, TINDAKAN MASYARAKAT TERHADAP PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KELURAHAN OESAPA http://jurnal.poltekeskupang.ac.id/index.php/oe/article/view/567 <p>Demam berdarah <em>dengue</em> merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk <em>Aedes aegypti</em> dan dapat menyebabkan kematian. Perilaku yang meliputi pengetahuan, sikap dan tindakan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya kasus demam berdarah <em>dengue. </em>Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, tindakan masyarakat terhadap pencegahan demam berdarah <em>dengue</em> di Kelurahan Oesapa.</p> <p>Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif. Variabel penelitian adalah pengetahuan masyarakat terhadap pencegahan demam berdarah d<em>engue</em>, sikap masyarakat terhadap pencegahan demam berdarah d<em>engue</em>, dan tindakan masyarakat terhadap pencegahan demam berdarah <em>dengue</em>. Populasi penelitian seluruh masyarakat Kelurahan Oesapa dan sampel penelitian 99 responden. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan dianalisa secara deskriptif.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat tentang pencegahan demam berdarah <em>dengue </em>kategori baik 19%, cukup 37%, kurang 44%. Sikap masyarakat tentang pencegahan demam berdarah <em>dengue</em> kategori baik 64%, cukup 27%, kurang 9%. Tindakan masyarakat tentang pencegahan demam berdarah <em>dengue</em> kategori baik 17%, cukup 36%, kurang 47%.</p> <p>Pengetahuan masyarakat tentang pencegahan demam berdarah <em>dengue</em> kurang, sikap masyarakat tentang pencegahan demam berdarah <em>dengue </em>baik, tindakan masyarakat dalam pencegahan demam berdarah <em>dengue </em>&nbsp;kurang. Diharapkan agar masyarakat dapat melakukan kegiatan pencegahan demam berdarah <em>dengue</em> secara rutin dengan menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, mendaur ulang barang bekas yang berpotensi sebagai tempat perindukan nyamuk.</p> Lidia Tarigan Copyright (c) 2021 Oehònis http://jurnal.poltekeskupang.ac.id/index.php/oe/article/view/567 Fri, 03 Dec 2021 00:00:00 +0000 EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN CENGKEH (Syzigium aromaticum) SEBAGAI ANTI NYAMUK Aedes sp http://jurnal.poltekeskupang.ac.id/index.php/oe/article/view/590 <p><em>Aedes sp </em>merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah dengue. Pengendalian vektor nyamuk <em>Aedes sp </em>dapat dilakukan dengan mengunakan insektisida. Untuk mengurangi efek samping dari bahan kimia perlu dikembangkan insektisida dari bahan yang terdapat di alam yang lebih aman untuk manusia dan lingkungan serta sumbernya tersedia dalam jumlah banyak. Kandungan senyawa <em>saponin, steroid, triterpenoid, flavonoid dan alkaloid yang </em>terdapat pada daun cengkeh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun cengkeh sebagai <em>repellent </em>anti nyamuk <em>Aedes sp </em>dengan dosis 1 gram/20 ml, 2 gram/20 ml, 3 gram/20 ml. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian eksperimen. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel bebas ekstrak daun cengkeh dosis 1 gram/20 ml, ekstrak daun cengkeh dosis 2 gram/20 ml, ekstrak daun cengkeh dosis 3 gram/20 ml, variabel terikat adalah jumlah nyamuk <em>Aedes sp </em>yang hinggap pada tangan. Populasi pada penelitian ini adalah semua nyamuk <em>Aedes sp </em>hasil <em>rearing</em>, sampel pada penelitian ini adalah nyamuk <em>Aedes sp </em>sebanyak 240 ekor. Metode pengumpulan data melalui percobaan tentang ekstrak daun cengkeh sebagai <em>repellent </em>anti nyamuk <em>Aedes sp </em>di Laboratorium Entomologi Program Studi Sanitasi. Analisa data menggunakan uji statistik yaitu uji Anova dengan α (0,05).</p> Ety Rahmawati Copyright (c) 2021 Oehònis http://jurnal.poltekeskupang.ac.id/index.php/oe/article/view/590 Fri, 03 Dec 2021 00:00:00 +0000 PENGOMPOSAN SAMPAH ORGANIK SISA-SISA SAYURAN RUMAH TANGGA DENGAN AKTIVATOR AIR NANAS TAHUN 2021 http://jurnal.poltekeskupang.ac.id/index.php/oe/article/view/610 <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Kompos adalah bahan-bahan organik atau sampah organik yang telah mengalami proses pelapukan karena adanya interaksi antara mikroorganisme (bakteri pembusuk yang bekerja didalamnya. (Hs Murbandono, 2009, h 10). Salah satu masalah yang dihadapi oleh masyarakat modern dewasa ini adalah sampah sebagai akibat dari pertambahan penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat sehingga volume sampah semakin hari juga semakin banyak. buah nanas dapat dijadikan bio Starter/Dekomposer untuk pembuatan pupuk organik atau kompos,&nbsp; dan bio strater Kandungan yang terdapat dalam buah nanas yaitu air, protein, lemak, abu, gula dan asam sulfat sehinggah hal ini dapat kita gunakan air nanas sebagai membantu dalam pembuatan pengomposan.</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Jenis penelitian ini adalah Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian quasi eksperimental dengan&nbsp; rancangannya <em>Control group pretest posttest design</em>. Penelitian menggunakan kelompok kontrol untuk menbandingkan kelompok eksperimen. Sampel dan kontrol yaitu menggunakan bahan organik 5 kg, dan pada sampel menggunakan air aktivator 1 liter dan kontrol menggunakan air 1 liter, dan parameter yang dinilai yaitu volume sebelum dan sesudah pengomposan, pH, suhu, kelembaban, tekstur dan warna pengamatan ini dilakukan yaitu tiap hari selama 21 hari.</p> Agustina, Frumensia Rebelina Mamoh Copyright (c) 2021 Oehònis http://jurnal.poltekeskupang.ac.id/index.php/oe/article/view/610 Fri, 03 Dec 2021 00:00:00 +0000