http://jurnal.poltekeskupang.ac.id/index.php/oe/issue/feed Oehònis 2019-10-30T08:26:24+00:00 Siprianus Singga siprioehonis@gmail.com Open Journal Systems <p><strong>Oehonis&nbsp;</strong>with registered number ISSN <strong>2528-2034</strong>(Print),&nbsp;is a scientific journal&nbsp;which managed by&nbsp;<strong>Sanitation Department of Poltekkes Kemenkes Kupang</strong>. This journal focuses on the publication of the results of scientific research related to the field of Environmental Health and Public Health. This journal is published by <strong>Poltekkes Kemenkes Kupang</strong>, Indonesia.&nbsp;<br><strong>Oehonis</strong>&nbsp;is published 2 times a year&nbsp;(June and December). <strong>Oehonis </strong>is a peer-reviewed journal and open access journal focusing on Environmental Health and Public Health sciences. This focus includes areas and scope related to aspects of basic sanitation, water supply and sewerage, pest and vector control, epidemiology, tropical diseases, food sanitation, air sanitation, and health management. Every article that goes to the editorial staff will be selected through <strong>Initial Review processes</strong>&nbsp;by the Management Boards. Then, the articles will be sent to the Mitra Bebestari/ peer reviewer and will go to the next selection by&nbsp;<strong>Double-Blind Preview Process</strong>. After that, the articles will be returned to the authors to revise. These processes take a month for a maximum time. In each manuscript, Mitra Bebestari/ peer reviewer will be rated from the substantial and technical aspects. The final decision of articles acceptance will be made by Editors according to Reviewers comments. Mitra Bebestari/ peer reviewer that collaboration with <strong>Oehonis</strong> is the experts in the public health area and issues around it.</p> <p><strong>Please read these guidelines carefully</strong>. Authors who want to submit their manuscript to the editorial office of <strong>Oehonis </strong>should obey the writing guidelines. If the manuscript submitted is not appropriate with the guidelines or written in a different format, it&nbsp;<strong>will BE REJECTED</strong>&nbsp;by the editors before further reviewed. The editors will only accept the manuscripts which meet the assigned format.</p> http://jurnal.poltekeskupang.ac.id/index.php/oe/article/view/285 Pengelolaan Limbah Pada Sentra Pedagang Makanan Jajanan Di Kota Kupang 2019-10-30T08:26:23+00:00 Lidia Br. Tarigan lidia.tarigan@gmail.com <p>Pedagang makanan jajanan dalam kegiatan produksinya menghasilkan bahan buangan (limbah).&nbsp; Bahan buangan ini berupa limbah cair dan limbah padat (sampah). Pengelolaan limbah dengan dibuang ke selokan kota memberi dampak terhadap lingkungan berupa pencemaran lingkungan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengelolaan limbah pada Sentra Pedagang Makanan Jajanan di Kota Kupang. Jenis penelitian deskriptif, dengan metode&nbsp; survei. Populasi pedangan makanan jajanan di tiga Sentra Pedagang Makanan Jajanan yaitu Kampung Solor, Taman Nostalgia dan jalan Lalamentik sebanyak 100 pedagang. Sampel yaitu pedagang yang berjualan pada saat pengambilan data dilaksanakan. Data hasil penelitian dianalisa secara deskriptif dengan tampilan berupa tabel dan atau grafik. Jumlah pedagang sebanyak 82 pedagang. Responden 61 % perempuan. Usia responden antara 18 tahun sampai 62 tahun, responden terbanyak usia 40 tahun. Tingkat pendidikan yang paling banyak adalah SMA (48 %). Volume limbah cair yang dihasilkan rata rata 1.662 liter perhari. Volume sampah&nbsp; yang dihasilkan rata rata 23,62 meter kubik perhari. Sampah yang paling banyak dihasilkan adalah sampah plastik (53,19 %). Tingkat pengetahuan pedagang tentang pengelolaan sampah kategori baik (80%). Sikap pedangang terhadap pengelolaan sampah sangat setuju (90%). Diharapkan pengelola membuat kesepakatan dengan pedagang untuk dapat mengelola limbah cair yang dihasilkan, memilah sampah sebelum dibuang ke tempat penampungan sementara dan pemerintah&nbsp; menyediakan tempat penampungan sampah sementara khusus untuk sentra pedagang makanan jajanan.</p> 2019-10-30T07:26:49+00:00 Copyright (c) 2019 Oehònis http://jurnal.poltekeskupang.ac.id/index.php/oe/article/view/286 Studi Keberadaan Jentik Aedes Sp. Berdasarkan Karakteristik Kontainer dan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue di Kelurahan Oebobo 2019-10-30T08:26:23+00:00 Cindyani Dewi Saida Wahab noemail@gmail.com Wanti noemail@gmail.com <p>Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk <em>Aedes sp.</em> Kota Kupang tahun 2016 mengalami peningkatan menjadi 94,7 kasus DBD per 100.000 penduduk, tertinggi di NTT dan melebihi angka nasional. Puskesmas Oebobo dengan jumlah kasus DBD pada tahun 2017 menempati urutan tertinggi kedua setelah Puskesmas Oesapa dan Kelurahan Oebobo termasuk kelurahan dengan kasus DBD tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan keberadaan jentik <em>Aedes sp.</em> berdasarkan karakteristik kontainer dan perilaku PSN DBD. Jenis penelitian ini adalah merupakan penelitian deskriptif dengan variabel penelitian adalah jenis kontainer, bahan&nbsp; kontainer, letak kontainer, kondisi kontainer, dan tindakan PSN DBD. Penelitian dilakukan di Keluraha Oebobo dengan sampel sebanyak 97 rumah yang tehnik sampling adalah cluster sampling. Data dikumpulkan dengan observasi dan wawancara, dengan instrument checklist) dan kuesioner. Data diolah untuk melihat kelengkapan dan kebenaran data kemudian dianalisa secara deskriptif untuk melihat distribusi frekuensi dan persentase variabel yang diteliti. Penelitian ini menemukan jenis kontainer yang paling potensial sebagai tempat perindukan nyamuk adalah jenis dispenser (66,7%),&nbsp; container dari bahan besi (52%), container yang terletak di luar rumah (59,1%), dan container dengan kondisi tertutup tidak rapat (83%). Sebagain besar responden di Kelurahan Oebobo dalam melakukan PSN DBD dikategorikan kurang dan cukup dan tidak ada yang kategori baik.Masyarakat diharapkan secara rutin membersihkan container yang dipakai untuk menampung air dalam jangka lama secara rutin seminggu sekali dengan cara menyikat bagian dalamnya, dan selalu menutup container secara rapat. Puskesmas diharapkan meningkatkan koordinasi antara masyarakat, juru pemantau jentik, dan puskesmas dalam pengendalian DBD melalui PSN DBD</p> 2019-10-30T07:35:39+00:00 Copyright (c) 2019 Oehònis http://jurnal.poltekeskupang.ac.id/index.php/oe/article/view/287 Penurunan Kesadahan Pada Air Sumur Gali Melalui Proses Pemanasan Menggunakan Wadah Periuk Tanah 2019-10-30T08:26:23+00:00 Albertus Ata Maran vanchuekh@gmail.com Blandina Niga Pare noemail@gmail.com <p>Air merupakan zat yang paling penting dalam kehidupan manusia. Salah satu parameter kimia air adalah kesadahan, air yang sadah menyebabkan konsumsi sabun lebih tinggi, mengakibatkan kerak putih pada dinding pipa, cerek, panci dan peralatan rumah tangga lainnya. Endapan tersebut disebabkan oleh endapan kalsium karbonat ( CaCO<sub>3</sub> ), air yang&nbsp; sadah jika dikonsumsi secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan penyakit batu ginjal. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesadahan air sumur gali sebelum dan sesudah proses pemanasan menggunakan wadah periuk tanah dengan variasi waktu 40 menit, 55 menit dan 70 menit. Jenis penelitian adalah pra eksperimen dengan rancangan <em>one group pretest posttest. </em>Variabel penelitiannya adalah kandungan kesadahan air simur gali sebelum dan sesudah pemanasan menggunakan wadah periuk tanah selama 40 menit, 55 menit dan 70 menit. Objek penelitiannya adalah kesadahan pada air sumur gali setelah proses pemanasan menggunakan wadah periuk tanah. Metode pengumpulan data melalui pemeriksaan di Laboratorium Kimia Jurusan Kesehatan Lingkungan Kupang dan dianalisa kemudian dibandingkan dengan Standar Peraturan Menteri Kesehatan RI. No. 416/MENKES/PER/IX/1990, Tentang Persyaratan Kualitas&nbsp; Air &nbsp;Bersih&nbsp;dan Peraturan Menteri Kesehatan RI NO. 492/MENKES/PER/1V/2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Hasil penelitian &nbsp;menunjukan bahwa rata-rata tingkat kesadahan air sumur gali sebelum proses pemanasan sebesar 460,41 mg/l dan setelah pemanasan selama 40 menit sebesar 340,7 mg/l, selama 55 menit sebesar 273,57 mg/l dan selama 70 menit sebesar 164,01 mg/l. Kandungan kesadahan pada air sumur gali sebelum dan sesudah pemanasan selama 40 menit, 55 menit dan 70 menit masih memenuhi syarat kesehatan untuk dikonsumsi dan dari ketiga variasi waktu dalam proses pemanasan air tersebut menunjukkan bahwa lama waktu 70 menit lebih efektif dalam menurunkan kesadahan air yaitu sebesar 64,3 %. Disarankan &nbsp;kepada &nbsp;masyarakat&nbsp; untuk melakukan pengolahan air dengan menggunakan wadah periuk tanah sebagai media untuk menurunkan kesadahan air.</p> 2019-10-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2019 Oehònis http://jurnal.poltekeskupang.ac.id/index.php/oe/article/view/288 Kondisi Sanitasi Mata Air dan Kandungan E.coli di Wilayah Kota Kupang 2019-10-30T08:26:24+00:00 Christine J.K. Ekawati christinerohi888@gmail.com <p>Air merupakan salah satu media dari berbagai macam penularan penyakit terutama penyakit diare. Penularan penyakit ini akibat mata rantai penularan penyakit diare. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kondisi sanitasi mata air, kualitas fisik dan kandungan <em>E.coli</em> di wilayah Kota Kupang. Metode pengumpulan data diperoleh dari lapangan dan kelurahan.&nbsp;Tahap pengumpulan data melakukan survei awal, melakukan inspeksi sanitasi, menentukan titik sampling, pengambilan sampel air, dan pemeriksaan sampel air. Hasil penelitian&nbsp; dapat diketahui bahwa pada ke 4 mata air menunjukkan hasil inspeksi sanitasi dengan risiko pencemaran sedang 3 (75%), kualitas fisik air 100%, dan pemeriksaan kandungan <em>E.coli</em>memenuhi syarat 1 (75%) dan tidak memenuhi syarat 3 (75%). Disarankan kepada masyarakat agar memperhatikan perilaku pengambilan air dari mata air, serta aktivitas mandi dan mencuci agar tidak mengotori badan air yang dapat mempengaruhi kualitas air .</p> 2019-10-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2019 Oehònis http://jurnal.poltekeskupang.ac.id/index.php/oe/article/view/289 Personal Higiene, Sanitasi Peralatan dan Sanitasi Tempat Penjualan Makanan di Sekolah Dasar Desa Penujak Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah 2019-10-30T08:26:24+00:00 Baiq Widyawati noemail@gmail.com Kusmiyati kus1979@yahoo.com <p>Pengelolaan makanan yang tidak memenuhi syarat dapat menyebabkan penyakit bawaan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan personal higiene penjual makanan, sanitasi peralatan dan sanitasi tempat penjualan makanan di Sekolah Dasar di Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah.&nbsp; Penelitian dilakukan bulan Juni 2019. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan jumlah sampel 11 tempat penjualan makanan. Data disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personal higiene penjualan makanan jajanan di Sekolah Dasar Desa Penujak tahun 2019 kategori baik sebanyak 7 (64,%)&nbsp; sedangkan yang kurang baik sebanyak 4 (36%). Sanitasi peralatan penjualan makanan yang masuk kategori baik sebanyak 6 (55%), dan kurang baik 5 (45%).&nbsp; Sanitasi tempat penjualan makanan yang termasuk kategori baik sebanyak 3 (27%) dan kurang baik sebanyak 8 (73%). Kepada penjual makanan diharapkan dapat memperbaiki kondisi yang tidak memenuhi syarat sanitasi, bagi instansi Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah UPTD Puskesmas Penujak untuk selalu pengawasan dan pembinaan terhadap penjual makanan di lingkungan sekolah dan diperlukan penelitian lebih lanjut tentang kualitas makanan yang dijual di lingkungan sekolah.</p> 2019-10-30T08:03:50+00:00 Copyright (c) 2019 Oehònis http://jurnal.poltekeskupang.ac.id/index.php/oe/article/view/290 Studi Perkembangan Kuman Pada Daging Se’i Yang Dikemas Divakum dan Dikemas Tanpa Divakum 2019-10-30T08:26:24+00:00 Debora Gaudensiana Suluh noemail@gmail.com <p>Daging se’i merupakan makanan khas Kota Kupang yang prinsip pengolahannya dengan cara pengasapan di atas tungku api dengan jangka waktu tertentu. Dalam sajian pemasarannya, untuk menghindari terjadinya kontaminasi maka daging tersebut diberikan kemasan. Pengemasan dilakukan dengan cara divakum dan tanpa divakum. Permasalahan yang ditemukan adalah pada kemasan daging tersebut tidak dicantumkan masa kadaluarsa (<em>expired</em>), sehingga konsumen tidak tahu kapan daging tersebut menjadi tidak layak untuk dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kuman pada daging sei yang dikemas dengan divakum dan dikemas tanpa divakum setelah penyimpanan dengan jangka waktu tertentu. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (<em>quasi experiment</em>) dengan rancangan rangkain waktu (<em>time series design</em>). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh daging se’i sapi yang dijual di tempat pengolahan daging&nbsp; se’i Ibu Soekiran, dengan sampelnya adalah 2 kg daging se’i yang&nbsp; kemudian diberikan perlakuan dikemas divakum dan dikemas tanpa divakum. Variabel peneltian terdiri dari variabel bebas lama waktu penyimpanan dan variabel terikat adalah kondisi fisik daging se’i&nbsp; dan angka kuman daging se’i dikemas divakum dan dikemas tanpa divakum. Data hasil penelitian kemudian diolah, disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisis secara deskriptif dan untuk hasil laboratorium dibandingkan dengan standar persyaratan Badan Standarisasi Nasional Indonesia (BSNI) tentang batas maksimum cemaran mikroba dalam pangan tahun 2009. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Setelah diberikan perlakuan penyimpanan daging se’i pada suhu 20<sup>o</sup>C dengan lama waktu 4 minggu, Kondisi fisik daging se’i dikemas divakum mengalami perubahan hingga berlendir pada minggu ke-4 setelah penyimpanan, Kondisi fisik daging se’i dikemas tanpa divakum mengalami perubahan sampai berlendir pada minggu ke-3, Angka kuman daging se’i dikemas divakum memenuhi syarat dengan jumlah 5,7 x 10<sup>4</sup> koloni/gr sampel sampai dengan minggu ke-4, Angka kuman daging se’i dikemas tanpa divakum tidak memenuhi syarat sejak penyimpanan 1 hari / minggu ke-0, dengan jumlah 5,7&nbsp; x 10<sup>7</sup> koloni per gram sampel. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kualitas daging yang dikemas dengan divakum lebih lama waktu penyimpanannya dibandingkan dengan pengemasan tanpa divakum. Disarankan bagi tempat pengolahan dan penjualan daging se’i sapi agar dapat melihat tahap proses pengolahan sampai pada proses pengemasan daging sebelum dipasarkan, denga memperhatikan hygiene sanitasi pada setiap proses pengolahan dan suhu penyimpanan yang tepat bagi daging kemasan divakum dan tanpa divakum serta penetapan tanggal kadaluarsa.</p> 2019-10-30T08:17:00+00:00 Copyright (c) 2019 Oehònis http://jurnal.poltekeskupang.ac.id/index.php/oe/article/view/291 Efektivitas Ekstrak Kulit Pohon Faloak (Sterculia Comosa) Terhadap Kematian Nyamuk Aedes Sp 2019-10-30T08:26:24+00:00 Putri Engelika Tubulau putritubulau99@gmail.com Ety Rahmawati noemail@gmail.com <p><em>Aedes sp.</em> merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus <em>dengue</em> penyebab penyakit demam berdarah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas kulit pohon faloak terhadap kematian nyamuk <em>Aedes </em><em>sp</em>. dengan konsentrasi 30%, 60%, dan 90% terhadap kematian nyamuk <em>Aedes sp.</em> Metode pengumpulan data melalui percobaan tentang ekstrak kulit pohon faloak terhadap kematian nyamuk <em>Aedes sp.</em> di Laboratorium Entomologi Prodi Kesehatan Lingkungan Kupang. Hasil penelitian menunjukan bahwa, hasil uji ekstrak kulit pohon faloak konsentrasi 30% menunjukan rata-rata persentase kematian nyamuk <em>Aedes sp.</em> dengan waktu kontak 24 jam (27%). Konsentrasi 60% dengan waktu kontak 24 jam (28%). Konsentrasi 90% dengan waktu kontak 24 jam 6.4 ekor (32%). Kematian nyamuk pada kelompok kontrol pada 24 jam (10%). Disarankan bagi peneliti lanjut untuk pembuatan ekstrak kulit faloak menggunakan metode maserasi dan dengan pelarut berupa etanol 95 %, diharapkan persentase kematian nyamuk lebih besar.</p> 2019-10-30T08:23:17+00:00 Copyright (c) 2019 Oehònis http://jurnal.poltekeskupang.ac.id/index.php/oe/article/view/284 Kombinasi Metode Anaerob dan Aerob Pada Septiktank Untuk Menurunkan Kadar BOD, TSS dan Coliform Pada Limbah Cair Rumah Tangga 2019-10-30T08:26:24+00:00 Siprianus Singga ssiprianuss@gmail.com Olga M. Dukabain noemail@gmail.com <p>Penggunaan septiktank konvensional dengan metode pengolahan anaerob ternyata masih belum optimal dalam menurunkan parameter pencemar dalam limbah rumah tangga. Oleh karena itu perlu dibuatkan suatu sitem pengolahan modifikasi pada septiktank sehingga fungsi septiktank dalam mengolah limbah rumah tangga menjadi lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas kombinasi metode anaerob dan aerob pada septiktank untuk menurunkan kadar BOD, TSS dan Coliform pada limbah cair rumah tangga. Penelitian ini bersifat eksperimen dengan rancangan penelitian <em>one group pre test post test. </em>Variabel yang digunakan adalah Efektifitas pengolahan untuk BOD, Efektifitas pengolahan untuk TSS dan Efektifitas pengolahan untuk Coliform. Obyek dalam penelitian ini adalah limbah cair rumah tangga. Data utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil pemeriksaan laboratorium terhadap kandungan BOD, TSS dan Coliform pada sampel limbah rumah tangga, baik sebelum maupun sesudah pengolahan. Data diolah dan dianalisa secara deskriptif dan statistic. Hasil penelitian menunjukan bahwa parameter BOD terjadi penurunan konsentasi dari 185,2 ppm menjadi 141,4 ppm. Untuk parameter TSS terjadi penurunan konsentasi dari 417 ppm menjadi 44,8. Parameter Coliform, juga terjadi penurunan konsentrasi dari 65.300 koloni menjadi 50.940 koloni. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa septiktank yang diuji memiliki efektivitas untuk menurunkan kandungan BOD &nbsp;sebesar 23,6%, untuk menurunkan kandungan TSS sebesar 89,2% dan untuk menurunkan kandungan coliform sebesar 22%. Secara stastistik, kombinasi sistem aerob dan anaerob pada tank efektif dalam menurunkan kandungan BOD, dan Coliform pada limbah cair rumah tangga.</p> 2019-10-30T06:31:19+00:00 Copyright (c) 2019 Oehònis